Burung srigunting batu atau greater racquet-tailed drongo, mempunyai nama ilmiah dicrurus paradiseus. burung srigunting batu adalah burung yang sangat pandai didalam berkicau bila dibanding dengan type burung srigunting yang lain. 

Burung srigunting batu mempunyai ciri khas ada sepasang antena yang panjang di bagian ujung ekornya. 

Dikarenakan burung srigunting batu pintar berkicau, maka tidak heran bila banyak beberapa penghobi burung yang memelihara burung ini untuk sebatas di pelihara sebagai burung yang paling disayangi ataupun untuk memaster burung berkicau yang lain. 

Beberapa pengobi burung kerap menyebut burung srigunting batu dengan nama lain yakni srigunting krantil. 

Tanda-tanda fisik 

Ukuran panjang tubuh burung srigunting batu lebih kurang 30 cm, bila di kalkulasi dari ujung kepala hingga ujung antena pada ekornya. sisi ujung pada kiri serta kanan ekornya memanjang serta melebar menyerupai antena. 

Burung srigunting batu mempunyai warna bulu hitam kebiruan yang mengkilap. di bagian kepalanya mempunyai jambul. jambul pada burung srigunting batu sesungguhnya datang dari bulu-bulu di bagian mahkota yang tumbuh memanjang. jambul ini bisa didapati pada burung srigunting batu yang telah dewasa. iris berwarna merah. paruh berwarna hitam dan kakinya berwarna hitam. 

Tak hanya burung srigunting batu ada lagi bagian burung srigunting yang tanda-tanda fisiknya nyaris menyerupai burung srigunting batu, yakni srigunting bukit atau dunia barat biasa menyebutnya dengan nama lesser racquet-tailed drongo dengan nama ilmiah dicrurus remifer. 

Tetapi tetap harus ada perbedaannya. postur tubuh srigunting batu terlihat semakin besar dari pada srigunting bukit. disamping itu, sisi ujung ekor pada burung srigunting batu memiliki bentuk serupa garpu, namun pada ujung ekor srigunting bukit berupa rata. dari sudut warna, srigunting batu terlihat lebih memikat, namun srigunting bukit berwarna hitam kecoklatan. 

Tetapi, ke-2 burung ini keduanya sama pandai mengikuti nada kicauan burung lain. keduanya sama bagusnya bila dibanding dengan type burung srigunting yang lain. 

Burung srigunting terhitung burung petarung yang berani. burung srigunting berani menyerang burung gagak apalagi burung elang skalipun yang masuk ke lokasi teritorialnya. 
melawan burung elang 

Dengan ke-2 kakinya yang pendek serta kuat, burung srigunting memantau situasi lebih kurang dari picik pohon yang sangat tinggi. burung srigunting adalah burung yang aktif pada saat senja. 

Saat berbarengan didalam sesuatu grup, burung srigunting kerap berkicau serta bersahut-sahutan dengan angggota grupnya yang lain hingga terdengar ramai sekali. 

Makanan 

Burung srigunting batu suka makanan berbentuk serangga layaknya belalang, jangrik, tunggau, kumbang, ulat apalagi laba-laba. tetapi di habitat aslinya burung srigunting batu juga suka buah-buahan fresh yang terasa manis serta apalagi kadang-kadang juga tampak menghisap madu atau nectra dari bunga. 

Reproduksi 

Di india, burung srigunting batu biasanya kawin pada bln. april sampai agustus. waktu burung srigunting jantan tengah memikat betinanya, kadang-kadang yang jantang terlihat berloncatan serta lakukan beragam aktraksi untuk memikat betinanya. kadang-kadang terlihat menjatuhkan satu benda dari atas lantas menangkapnya kembali dari hawa. 

Sesudah sistem kawin, burung srigunting dapat bikin sarang yang berupa layaknya mangkik yang dibangun di cabang pohon-pohon. sarang itu kedepannya dapat berisi 3 sampai 4 butir telur yang berwarna krem serta penuh dengan bintik-bintik berwarna merah kecoklatan. 

Habitat serta penyebaran 

Burung srigunting batu biasanya menghuni tempat rawa-rawa, rimba bakau, perkebunan dan tempat rimba yang luas. burung srigunting batu kerap terlihat berpasangan ataupun berkelompok didalam jumlah kecil. 

Distribusi burung srigunting batu berawal dari lokasi barat ke pegunungan himalaya timur dan mishmi hills di bagian kaki bukit dibawah 4000 kaki, sampai ke sisi barat menuju pulau kalimantan dan pulau jawa sisi timur. burung ini kerap ditemukan di lokasi rimba.
 
Top