burung cendrawasih


Mengenal Burung Cendrawasih | ocehan kenari -Burung cendrawasih yang benar-benar popular yakni anggota genus Paradisaea, terhitung spesies jenisnya, cendrawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Jenis ini digambarkan dari spesimen yang dibawa ke Benua Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi buang sayap serta kakinya agar dapat buat jadi hiasan. Hal semacam ini Tidak di kenali oleh sebagian penjelajah serta mengakibatkan kepercayaan sebenarnya burung ini Tidak dahulu mendarat namun selalu ada di udara di karenakan bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise (burung surga oleh orang Inggris) serta nama jenis apoda – yang berarti tak berkaki.

Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan system kawin sebagian type Paradisaea yakni burung-burung jantan berkumpul utk berkompetisi tunjukkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sesaat jenis lain seperti sebagian type Cicinnurus serta Parotia memiliki tari perkawinan yang teratur. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual berupa poligami. Banyak burung hibrida yang digambarkan sbg jenis baru, serta beberapa spesies diragukan kevalidannya.

Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan beberapa 2-3 telur (Mackay 1990).

Tanda-tanda Burung Cendrawaih


Cendrawasih mempunyai ciri khas bulunya yang indah yang dipunyai oleh burung jantannya. Umumnya bulunya berwarna cerah dengan paduan beberapa warna seperti warna hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, serta hijau dan ungu.

Ukuran burung Cenderawasih bermacam jenis. Diawali dari yang mempunyai ukuran 15 cm dengan berat 50 gram seperti pada jenis Cendrawasih Raja (Cicinnurus regius), hingga yang mempunyai ukuran sebesar 110 cm Cendrawasih Paruh Sabit Hitam (Epimachus albertisi) atau juga yang beratnya mencapai 430 gram seperti pada Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung (Manucodia comrii).

Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis. Untuk merayu sang betina agar bersedia di ajak kawin, burung jantan bisa memamerkan bulunya dengan kerjakan tarian-tarian indah. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan bergoyang dengan bermacam gerakan ke bermacam arah. Terlebih terkadang hingga tergantung terbalik bertumpu pada dahan. Namun, tiap-tiap spesies Cendrawasih tentunya memiliki type tarian sendiri.

burung cendrawasih
Burung Cendrawasih serta Manusia

Masyarakat di Papua sering memakai bulu cendrawasih untuk baju serta rutinitas mereka, serta beberapa masa yang lalu bulu itu mutlak utk di buat topi wanita di Eropa. Perburuan utk beroleh bulu serta perusakan habitat menyebabkan penurunan jumlah burung pada beberapa jenis ke tingkat terancm ; perusakan habitat di karenakan penebangan rimba waktu ini yaitu ancaman utama.

Perburuan burung cendrawasih utk diambil bulunya utk perdagangan topi marak di akhir masa 19 serta awal masa 20 (Cribb 1997), namun waktu ini burung-burung itu dilindungi serta perburuan hanya dibolehkan utk kepentingan perayaan dari suku setempat. Dalam hal Cendrawasih panji, disarankan mengambil dari hunian sarang burung Namdur. Saat Raja Mahendra dari Nepal naik tahta pada thn 1955, nyatanya bulu burung cendrawasih pada mahkota kerajaan Nepal perlu diganti. Di karenakan larangan perburuan, penggantian setelah itu diperbolehkan dari kiriman yang di ambil alih oleh hukum Amerika Serikat.

Burung cendrawasih dewasa digambarkan pada bendera Papua Nugini. David Attenborough telah mengatakan beberapa burung cendrawasih sbg jenis hewan favoritnya, mungkin dia sukai Cendrawasih botak.
 
Top